Jember Geger, Pohon Akasya Konon Keluarkan Suara Tangisan Perempuan

Jember Geger, Pohon Akasya Konon Keluarkan Suara Tangisan Perempuan

Jember Geger, Pohon Akasya Konon Keluarkan Suara Tangisan Perempuan

Warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tiga hari terakhir geger setelah penemuan pohon jenis akasya setinggi 20 meter yang konon bisa mengeluarkan tangisan seperti suara perempuan. Pohon di belakang rumah milik Abdul Azis itupun ramai didatangi warga yang ingin melihat dan mendengarkan langsung suara tangisan tersebut.

Pohon jenis akasya sebenarnya banyak tumbuh di lahan milik Abdul Azis. Sudah sejak lima tahun Abdul Azis menanamnya. Namun belakangan banyak warga mengaku mendenarkan suara tangisan merip suara perempuan di dalam batang pohon itu. Tapi untuk mendengarkan suara tangisan itu, telinga harus ditempelkan ke batang pohon.

Keanehan ini kemudian viral di media sosial dan membuat banyak warga yang penasaran ingin melihat dari dekat bentuk pohon tersebut. Bahkan banyak warga dari desa lain berdatangan ke lokasi. Sodiq, warga Desa Puger, Kecamatan Puger, misalnya, sengaja datang ke Desa Mojosari untuk melihat dari dekat pohon akasia yang kabarnya mengeluarkan bunyi seperti orang menanngis.

Benar saja, kata dia, saat didengar dengan menempelkan telinga ke batang pohon tersebut, terdengar lirih seperti suara perempuan yang menangis.

Sementara itu, Abdul Aziz sang pemilik pohon mengaku, awalnya cucunya lah yang mendegarkan ada suara perempuan menangis saat telinganya didekatkan ke pohon akasia itu. Sang cucu kemudian melaporkan kepada Aziz. Karena tak percaya, Aziz kemudian mendatangi pohon tersebut dan mencoba untuk mendengarkan suara yang menurut cucunya seperti orang menangis itu.

Aziz mengaku memang mendengar tapi suaranya sangat kecil, seperti air bertemu air hingga memunculkan suara gemericik mirip orang menangis. Aziz pun tak habis pikir, hanya dengan fenomena ini membuat banyak orang penasaran.

Aziz dan beberapa warga lainnya justru menduga jika suara itu muncul dari zat cair dalam batang pohon yang sedang mengalir, karena tekanan berkurang sehingga menimbulkan suara mirip orang menangis.

Meski beberapa warga mengaitkan dengan hal berbau mistis, Aziz berharap tidak ada lagi yang mendatangi pohon miliknya itu.