Terbongkar, Cerita Asal Mula Tukang Cukur Rambut dari Garut

anehbeda – Profesi tukang cukur banyak dimana-mana. Selain di Garut banyak pula di daerah lain, bahkan beragam model tukang cukur atau barbershop pun sudah menjamur di setiap kota. Sekarang pertanyaannya adalah tahukah para tukang cukur itu berasal dari daerah mana ?.

Di Kabupaten Garut ada yang namanya Kecamatan Banyuresmi. Di Kecamatan itu selain terkenal dengan lokasi wisatanya, juga terkenal masyarakatnya yang berprofesi tukang cukur.

Di Kecamatan yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari ibu kota Kabupaten Garut ini, para kaum prianya sangat terampil mencukur rambut, semacam bakat turunan. Mulai dari masyarakat biasa, pejabat hingga presiden pernah dicukur oleh para pencukur asal Banyuresmi ini.

Sebelumnya para tukang cukur ini menjalankan usahanya sendiri-sendiri. Namun belakangan diwadahi dan dibentuk komunitas, yaitu Persatuan Pangkas Rambut Garut (PPRG).

Sekretaris PPRG Irawan Hidayah menjelaskan keterampilan warga Banyuresmi dalam mencukur rambut punya sejarah yang panjang, dan turun temurun warisan dari nenek moyang sebelumnya. Dan tak terlepas dari zamannya Kartosuwiryo waktu masih DI/TII.

“Dulu di saat zamannya Kartosuwirjo waktu masih DI/TII. Lalu kemudian orang-orang di sini mulai merantau. Nah, pada awal merantau itu orang-orang di sini belum mempunyai pekerjaan, lalu belajar motong rambut, dan hingga sekarang terus berlanjut,” katanya.

Menurut Irawan, keterampilan mencukur rambut warga Banyuresmi memang terkait dengan lahirnya gerakan DI/TII pada tahun 1942. Saat terjadi pergolakan DI/TII, banyak warga Banyuresmi yang merantau ke beberapa daerah lain.

Selanjutnya mereka menjajal keberuntungan menjadi tukang cukur untuk bertahan hidup. Profesi inilah yang ternyata menjanjikan bagi warga lain di Banyuresmi.

“Karena masyarakat pada saat itu tidak punya keahlian dan asal usul yang kurang jelas, kemudian jalan keluarnya ya cukur rambut. Terus turun temurun hingga sekarang,” kata Irawan.

Akan tetapi, banyak juga yang menyebut tukang cukur di Banyuresmi sudah ada sejak tahun 1930 an, bahkan saat Indonesia dijajah Jepang pun, sudah banyak tukang cukur asal Banyuresmi ini.

Irawan menuturkan, sebelumnya juga tukang cukur asal Banyuresmi hanya “nguluwut” di sekitar Garut saja, tetapi belakangan ini sudah menyebar hingga ke seluruh Nusantara.

“Kalau di wilayah Jawa Bali sudah seluruh tukang cukur berasal dari Garut. Tapi tukang cukur asal Garut juga khususnya dari Banyuresmi kini sudah ada yang di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. Kami inginnya tukang cukur di seluruh Indonesia dari Garut,” ujarnya.

Irawan menceritakan, tukang cukur dari Banyuresmi, selain telah memiliki langganan tetap dari kalangan masyarakat biasa juga kalangan pejabat, termasuk para menteri hingga Presiden.

“Ya benar, tukang cukur asal Banyuresmi pernah memotong rambut dari kalangan pejabat, baik unsur Kepolisian, TNI, Menteri termasuk Presiden. Jumlahnya tak terhitung. Tapi kebanyakan asal Banyuresmi.” ujarnya.

Menurut Irawan, PPRG sendiri adalah persatuan pemangkas rambut asal garut yang didirikan beberapa tahun lalu.Saat ini anggota yang terdaftar lebih dari 2.000 orang baik dari garut maupun luar garut.

“PPRG ini dibentuk atas dasar kesadaran para pemangkas rambut garut akan pentingnya komunikasi Kebutuhan mereka akan berbagi informasi antar pemangkas rambut tentang kegiatan, info tarif, dan tren rambut bisa mereka tuangkan di komunitas ini. Kami juga membuat wadah seperti PPRG ini untuk mengikat tali silaturahmi, untuk kebersamaan, persatuan di antara tukang cukur asal Garut,” katanya.