Viral Satpam Makan Nasi hanya dengan Potongan Bawang, Ini Faktanya

Kisah seorang satpam di Malaysia viral di media sosial. Satpam tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah ada seseorang memposting fotonya sedang makan.

Yang menyita perhatian warganet adalah adalah menu makan siang sang satpam. Kisah satpam ini diunggah di akun Facebook Apit Lid.

Akun Apit Lid memperlihatkan kotak makan sang satpam yang hanya berisi nasi putih dan beberapa butir bawang merah dan bawang putih sebagai lauknya.

“Manusia contoh. Kerja rajin, gaji sama banyak dengan orang lain. Tapi kenapa dia makan nasi putih + kuah air masak + bawang besar + bawang putih?” tulis akun tersebut.

Dalam kisah yang beredar, satpam asal Malaysia tersebut juga menambahkan air putih masak ke nasinya sebagai kuah untuk makanannya. Ia harus benar-benar makan seadanya karena harus mengirimkan semua gajinya untuk keluarga di kampung.

Dan masih menurut akun tersebut, dalam sebulan satpam itu cuma menghabiskan tak lebih dari 100 ringgit atau sekitar Rp 350 ribu untuk makan. Inilah yang membuat si pemilik akun merasa iba, dan sering membelikan satpam tersebut makan ketika ia memiliki rezeki.

“Sebab dia sayang keluarga dia di kampung. Sebulan belanja makan dia tak lebih 100, dia cakap, gaji semua dia hantar untuk kampung, aku ini kalau ada rezeki lebih kadang aku belanja dia makan, semoga dipermudahkan segala urusannya,” tulis akun tersebut lagi.

Bahkan, menurut grup Facebook Abdul Kalam Fan Club, lelaki tersebut memberikan 90 persen dari gajinya untuk keluarga yang ia cintai.

Tentu saja unggahan ini mendapatkan perhatian dari warganet, dan hingga saat ini, postingan tersebut telah dibagikan hingga lebih 5600 kali dan mendapatkan berbagai reaksi, juga komentar.

“Seorang manusia yang kuat dalam arti kata sebenarnya. Salute!” tulis Kamal IsHulk.

“Berbagilah, bersedekahlah agar mereka dapat merasa sedikit nikmat,” kata PakNjang Endi.

“Terbaik bang, dalam rezeki kita ada rezeki orang lain. Kita pikir kita sudah susah, tapi ada yang lebih susah dari kita. Besyukur apa yang ada,” ungkap Muhammad Syafiq Z.